Single Origin

Mengenal Single Origin Coffee: Rasa, Cerita, dan Apresiasi

Dulu, kita tahunya kopi itu ya kopi hitam, pahit, pekat, dan diminum pakai gula. Kalau kita kilas balik dari perjalanan perkembangan kopi atau wave coffee atau evolusi budaya kopi dalam beberapa dekade terakhir. Sekarang sudah mulai masuk fourth wave coffee. Sebelum kita bahas Single Origin Coffee, ada baiknya kita kenal dulu sejarah singkat tentang Wave Coffee.

Baca Juga: Kopi Bajawa: Keunikan Kopi dari Tanah Flores

Perkembangan Industri Kopi (Wave Coffee)

1. First Wave Coffee

First Wave Coffee, kopi dipandang sebagai sekadar komoditas, tepatnya di awal abad ke-20 kopi diproduksi secara massal dan menjadi kebutuhan rumah tangga. Fokusnya pada kuantitas bukan kualitas, mulai muncul merek-merek kopi instan seperti Nescafe dan Folgers. Aksesnya juga mudah karena dijual dalam bentuk kemasan dan siap seduh. 

2. Second Wave Coffee

Lalu, Second Wave Coffee, kopi sebagai pengalaman. Perkembangan second wave ditandai dengan berkembangnya brand Starbucks yang mengenalkan minum kopi yang premium. Fokusnya pada kualitas yang lebih baik daripada kopi instan, mulai mengenalkan espresso-based drinks seperti cappuccino, latte, macchiato.

Saat itu kafe menjadi berkembang, kopi mulai dianggap sebagai lifestyle bukan lagi sekadar minuman kafein yang berfungsi mengatasi rasa kantuk.

3. Third Wave Coffee

Single origin ada di Third Wave Coffee, wave ini identik kopi sebagai seni dan ilmu. Gelombang ini dimulai pada tahun 2.000-an dan menjadi era kopi diperlakukan sebagai produk spesial dengan perhatian yang tinggi dan mengedepankan kualitas, serta asal usul dari kopi itu sendiri.

Ciri-cirinya, transparansi mulai dari hulu ke hilir, dari kebun sampai ke secangkir kopi. Hal itu juga membuat kemunculan metode alat seduh kopi seperti V60, Aeropress, dan Chemex.

Peningkatan apresiasi terhadap varietas kopi, terroir (pengaruh lingkungan terhadap rasa), serta teknik dan alat roasting kopi. Karena hal itu, profesi barista menjadi dianggap sebagai seniman dan ilmuwan yang memahami teknik menyeduh (ekstraksi) kopi yang detail dan presisi.

Baca Juga: Kenali Kopi Toraja: Apakah Rasa Pahit jadi Ciri Khasnya? 

4. Fourth Wave Coffee

Di zaman sekarang, perkembangan kopi semakin meningkat. Fourth Wave Coffee lebih mengedepankan inovasi kopi dan teknologi untuk keberlanjutan dalam industri kopi. Teknologi dalam menyeduh yang otomatis, proses roasting yang lebih berkembang dan teknologinya yang semakin canggih seperti menggunakan aplikasi artisan coffee roasters atau cropster.

Kombinasi antara pendekatan ilmiah dengan eksplorasi rasa yang lebih dalam pada kopi, misalnya experimental process pasca panen, seperti anaerobic natural, carbonic maceration, double washed. dan lain sebagainya. Selain itu teknologi digitalisasi yakni, kemudahan memesan kopi lewat aplikasi dan tren minum kopi berbasis specialty coffee.

Baca Juga: Kopi Excelsa: Mengenal Lebih Dekat Varietas Kopi Langka

Keunggulan Single Origin

keunggulan Single Origin Coffee

Pada awalnya kopi-kopi single origin diperuntukkan untuk metode seduh manual, namun karena berkembangnya industri kopi. Sekarang single origin juga mulai banyak disajikan dalam minuman espresso-based seperti cappuccino, latte, piccolo, dan magic. Karena para penikmat kopi sudah mulai sadar tentang pentingnya asal-usul dari kopi. 

1. Transparansi dan Keaslian

Misalnya, Arabica Single Origin Tompobulu Bantaeng, kopi yang berasal dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Proses pasca panen Natural Anaerobic. Single Varietas Bourbon, dengan ketinggian tanam 1.500-1.600 mdpl, diproduksi oleh PT. Lasico Agro Sentosa, lalu di-roasting oleh Empo Coffee dan menghasilkan aroma floral dan rasa buah-buahan beri manis. Intinya, setiap jenis biji kopi tersebut bisa ditelusuri asal usulnya dengan jelas. 

Ciri khas dari Single Origin adalah transparansi mengenai siapa yang terlibat dalam proses kopi dari kebun sampai bisa dinikmati dalam bentuk minuman hangat atau dingin, dengan tujuan bisa mengapresiasi kopi tersebut. Dengan demikian penikmat kopi bisa mendapatkan pengalaman menikmati kopi yang lebih autentik dan mendalam. 

2. Profil Rasa yang Unik

Single origin mencerminkan karakteristik dari tanah, iklim, dan proses pascapanen dari daerah asalnya. Contoh lain, karakteristik kopi dari Ethiopia, Afrika cenderung memiliki rasa yang floral dan fruity. Sedangkan di Sumatera Indonesia cenderung lebih memiliki body yang lebih tebal. 

3. Ramah Lingkungan dan Menjaga Kearifan Lokal (Traceability).

Kopi-kopi single origin sering kali berasal dari perkebunan yang menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan, yakni tetap menjaga ekosistem daerahnya. Tujuannya mendukung dan peduli terhadap petani dengan menjalankan sistem perdagangan yang lebih adil dibandingkan kopi massal.  

4. Apresiasi Dalam Menikmati Single Origin

Kopi yang awalnya sebagai minuman pahit, ketika adanya single origin menjadi lebih variatif. Awalnya minum kopi sekadar rutinitas untuk mendapatkan kafein agar mendukung produktivitas, sekarang adanya single origin mengajak para penikmat kopi untuk benar-benar merasakan dan menikmati setiap elemen rasa dalam kopi.

Mulai dari aroma, rasa asam (acidity), rasa manis (sweetness), dan rasa pahit (bitterness). Proses menikmati kopi seperti cupping dapat meningkatkan apresiasi terhadap detail aroma dan rasa. 

Jadi, single origin coffee bukan hanya soal kopi, tetapi juga soal rasa, cerita dan apresiasi terhadap kualitas kopi. single origin coffee memungkinkan kita bisa mengeksplorasi keunikan setiap daerah dan menikmati kopi dengan lebih sadar dan lebih menarik secara pengalaman.

Baca Juga: Kopi Arabika Gayo: Masih Menjadi Favorit Pecinta Kopi?

Beli Biji Kopi Single Origin Hanya di Empo Coffee Roastery

Kopi Arabika Aceh Gayo

Kopi Arabika Aceh Gayo

Price range: Rp60,000 through Rp345,000
Robusta Flores

Kopi Robusta Flores Bajawa

Price range: Rp40,000 through Rp220,000
House Blend Aroma Strong

Aroma Strong Espresso House Blend

Price range: Rp50,000 through Rp340,000

Kalau kamu, sudah coba kopi single origin di empo coffee yang varian apa? kalau belum, sekarang saatnya coba untuk eksplorasi rasa dan rasakan pengalamannya dalam secangkir kopimu! Kamu bisa diskusikan dengan kami via WA dengan klik gambar berikut yaa.

hubungi kami tim empocoffee

Bagikan artikel:

Seputar Kopi Lainnya

Tamper dan tamping erat sekali dalam proses ketika seorang barista atau penyeduh kopi yang ingin

Bagi penyeduh rumahan (home brewer) maupun pelaku langsung di Industri kopi sebagai barista – istilah

House Blend Coffee House Blend Coffee sederhananya adalah campuran dari dua jenis kopi atau origin

Kenapa Grinder Kopi Itu Penting? Grinder kopi atau penggiling kopi adalah alat yang fundamental dalam

Indonesia Salah Satu Penghasil Kopi Robusta Terbesar Kalau bicara jenis kopi Robusta, Indonesia bukan lagi

Kopi filter atau biasa yang dikenal sama anak-anak kopi – manual brew. Salah satu alat