Dari tahun ke tahun industri kopi semakin berkembang, terutama di Indonesia. Bahkan di luar Indonesia, kopi-kopi Indonesia juga berkembang dan secara harga, serta value juga mampu bersaing. Tidak hanya pada kopinya, industri coffee roastery-nya juga semakin berkembang. Yang awalnya brand manufacture di coffee roasting hanya dua sampai tiga saja, sekarang di Indonesia brand lokal juga semakin berkembang. Kualitas dari material dan konsistensinya juga mampu bersaing untuk menghasilkan kopi-kopi yang unik, menarik, dan tentunya berkualitas. Bagi pelaku industri yang ingin mengembangkan brand atau perusahaan kopinya dengan terjun ke industri coffee roasting, tentu jadi hal penting untuk memahami secara lebih mendalam perihal alat roasting kopi atau mesin sangrai kopinya. Kita akan coba ulas perihal alat roasting kopi dan pertimbangannya dalam pengembangan di industri kopinya.
Baca Juga: Cold Brew: Minuman Kopi Yang Tidak Pahit dan Aman di Lambung
Mengenal Alat “Roasting” Kopi
Coffee Roasting atau sangrai kopi adalah proses memanggang (menyangrai) biji kopi mentah (green beans) dengan tujuan mengembangkan aroma dan rasa pada kopi sehingga bisa menjadi biji kopi sangrai (roasted beans). Dengan demikian, peracik kopi (barista) bisa menyeduh dengan optimal dan menghasilkan aroma, serta rasa yang nikmat untuk peminum dan pecinta kopi yang menikmati kopinya.
Alat-alat yang digunakan untuk roasting kopi tentunya beragam. Di antaranya:
1. Drum Roaster
alat roasting kopi dengan sistem drum. Jadi drum tersebut yang berputar untuk membuat penyangraian kopi menjadi merata. Biasanya cocok digunakan untuk skala besar atau komersial. Contohnya, mesin sangrainya Probat.
2. Air Roaster (Fluid Bed)
alat roasting kopi dengan sistem menggunakan aliran udara panas untuk menyangrai biji kopi. Proses penyangraiannya jauh lebih cepat dan cocok untuk roasting skala kecil dan besar atau industrial. Contoh mesin sangrainya, Loring Roasters
3. Manual Roasting
alat roasting kopi dengan menggunakan wajan, popcorn maker, atau alat sederhana lainnya. Biasanya ini digunakan untuk pemula atau skala rumah tangga, atau untuk eksperimen.
Ketiga jenis alat tersebut semuanya bisa digunakan untuk menyangrai kopi. Namun yang perlu diperhatikan adalah tujuan menyangrai kopinya. Jika kita ingin bertujuan komersial apalagi dengan menjual kopi-kopi specialty. Maka penggunaan alat roasting kopi juga menjadi pertimbangan, yakni akan kurang cocok jika menggunakan manual roasting. Tapi jika ingin tujuannya menyangrai kopi dengan sederhana, maka manual roasting bisa jadi pilihan yang cocok.
Baca Juga: Americano on the Rock Menjadi Pilihan Tepat Pecinta Kopi? Ini Alasannya
Mesin Sangrai Kopi

Apa saja yang ada di mesin sangrai kopi? Mesin sangrai kopi komersial dirancang untuk menyangrai kopi dalam kuantitas yang masif dan komersial. Biasanya mesin sangrai kopi memiliki kontrol untuk suhu, waktu, dan air flow (aliran udara panas). Dengan begitu, roaster (penyangrai) dapat menghasilkan rasa kopi yang diinginkan dan dapat lebih terukur secara profil sangrai kopinya, serta bisa diduplikasi.
Teknik Roasting Kopi
Pada umumnya, semua kopi bisa disangrai dengan optimal. Namun tidak bisa semua jenis kopi di-roasting dengan perlakuan yang sama karena setiap kopi punya karakter yang berbeda-beda. Contohnya:
- Roasting Kopi Arabika: Umumnya roasting kopi arabika akan berfokus pada pengembangan rasa asam dan rasa manis yang seimbang serta optimal.
- Roasting Kopi Robusta: Umumnya roasting kopi robusta akan berfokus pada rasa pahit dan body yang tebal.
- Liberika dan Excelsa: Tentu caranya berbeda juga dengan arabika dan robusta. Profil level sangrai yang medium akan lebih cocok untuk menjaga keunikan rasa uniknya dan menghindari roasting gelap untuk mempertahankan rasa asam dan manis seperti buah-buahan yang segar.
Rekomendasi Kopi Untuk Roasting
Kopi Arabika Bali Kintamani
Kopi Robusta Flores Bajawa
Tahap Roasting Kopi

Untuk memudahkan dalam memahami proses sangrai kopi biasanya dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama, drying phase atau fase pengeringan kadar air dari biji kopi mentah. Tahap kedua, browning atau maillard phase yaitu, fase karamelisasi untuk mengembangkan rasa manis dan asam pada kopi. Terakhir tahap ketiga, development phase yaitu mengembangkan body dan rasa pahit pada kopi. Selain tiga tahap tersebut yang perlu diperhatikan adalah level sangrai: light, medium, dan dark roast. Setiap level sangrai menghasilkan profil rasa yang berbeda-beda.
Baca Juga: Cara Membuat Es Kopi Susu: Jenis Kopi, Resep, dan Kombinasi yang Tepat
Alasan Roasting Kopi Untuk Pengembangan
Dalam kepentingan berbisnis, roasting kopi bisa jadi alternatif untuk meringankan cost dari bahan baku. Namun ada juga yang memutuskan untuk roasting kopi sendiri dengan tujuan menghasilkan produk yang berkualitas dan terkontrol secara internal. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan secara matang untuk melakukan investasi di alat roasting kopi.
Sehingga kesimpulannya, alat roasting kopi bermacam-macam. Dan masing-masing digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan dari bisnis model yang dijalankan. Pertimbangan budget investasinya juga tidak kecil, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang. Kalau teman-teman apa ada yang sudah meroasting? atau memiliki mesin roasting sendiri? brand apa? diskusikan bersama kami via WA dengan klik gambar di bawah!








