Daftar isi
ToggleBagi pelaku yang terjun langsung dalam industri kopi, tentu istilah Kopi Liberika bukan lagi sesuatu yang asing. Karena kopi ini masuk dalam salah satu jenis kopi yang ada di dunia, yaitu arabika, robusta, excelsa, dan liberika. Memangnya seperti apa kopi liberika itu? apa ciri-cirinya? katanya kopinya itu lebih mahal, apa alasannya? dan seperti apa karakter rasa dari kopi ini? minuman kopi apa yang menggunakan kopi jenis ini? Yuk kita cari tahu!.
Baca Juga: Kopi Arabika, Jawaban Menikmati Kopi
Kopi Liberika
Kopi liberika asalnya dari Liberia, Afrika Barat. Saat ini sering ditemukan tumbuh di beberapa daerah tropis yaitu, Asia Tenggara dan Amerika Tengah. Salah satunya di Indonesia. Meskipun memang tidak sepopuler arabika dan robusta, namun beberapa daerah di Indonesia masih banyak yang membudidayakan kopi liberika di antaranya Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di Jambi, kopi ini diberi nama Liberika Meranti. Kopi tersebut memiliki karakter rasa yang smoky dan earthy namun dengan disertai aroma floral yang khas.
Selain Jambi, di Lampung juga ada, khususnya di sekitar kaki Gunung Betung. Namun skalanya masih kecil. Karakter rasanya lebih earthy daripada di Jambi. Tantangannya di sana yakni, terbatasnya teknologi untuk pengolahan pascapanen.
Di Kalimantan Barat juga ada, di daerah Sambas dan Pontianak. Karakter rasanya woody dengan body yang tebal dan cocok untuk penikmat kopi yang suka dengan karakter rasa yang low acidity (keasaman rendah). Kopi ini di Kalimantan sering dikonsumsi masyarakat lokal dan menjadi kopi tradisional yang khas di sana.
Baca Juga: Kopi Arabika dan Robusta: Mana yang lebih baik dan berkualitas?
Alasan Kopi Liberika Mahal
Katanya kopi liberika cenderung memiliki harga yang mahal, lebih mahal dari kopi robusta. Ada tiga alasan mengapa kopinya mahal.
1. Kopi Liberika termasuk kopi yang langka.
Produksi kopinya hanya 2% dari total produksi kopi di dunia. Hal itu karena kopi ini ditanam di daerah-daerah tertentu dengan kondisi tanah yang spesifik.
2. Kopi Liberika sulit dibudidayakan
Pohon kopinya memerlukan waktu yang lebih lama untuk berbuah dibandingkan arabika dan robusta. Padahal karakter rasanya cenderung ke arah robusta. Oleh karena itu, banyak petani lebih memilih membudidayakan kopi robusta karena lebih cepat.
3. Kopi Liberika memiliki rasa yang khas
Rasa yang kompleks dan unik. Ada karakter rasa smoky, earthy, woody, namun ada rasa fruity seperti nangka. Kalau kita bandingkan dengan kopi robusta, kopi ini seperti kopi robusta tapi asam. Karena biasanya kopi yang rasanya asam adalah arabika dan kopi yang body, earthy, woody, dan smoky biasanya robusta.
Beberapa orang menganggap bahwa kopi jenis ini adalah kopi yang premium dan eksklusif. Itu juga yang membuatnya menjadi kopi yang mahal karena keunikan rasa dan kopi yang langka.
Baca Juga: Perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta Untuk Pemula
Karakter Rasa Kopi Liberika

Kopi Liberika memiliki rasa yang yang unik, berbeda dengan arabika dan robusta. Bahkan ada yang melakukan eksperimen dengan mencampurkan kopi arabika dan liberika sebagai kopi blend (house blend). Tujuannya agar kopinya unik daripada yang lain. Perpaduan rasa fruity dan aroma floral yang kuat dari arabika dan body yang tebal namun ada nuansa asam yang tidak ada di arabika dari kopi yang satu ini. Karena tingkat keasamannya rendah dan body-nya tebal. Masih cocok untuk metode penyeduhan dengan french press atau mesin espresso. Perbedaannya dengan kopi arabika dan robusta, karakter kopi yang satu ini bisa dibilang “tidak sepahit robusta, tapi tidak se-acidic (asam) arabika.”
Baca Juga: 8 Kopi Arabika Terbaik: Rekomendasi untuk Para Penikmat Kopi yang Aman untuk Lambung
Minuman Kopi yang Cocok dari Kopi Liberika
– Kopi Tubruk
Karena dengan metode seduh tubruk, kopi liberika akan menonjolkan karakter asli rasa kopinya. Tentunya diseduh tanpa gula. Karena kopi tubruk akan memberikan pengalaman ngopi tradisional yang autentik. Tips penyajiannya bisa menggunakan rasio 1:10 atau 1:12 untuk body yang lebih tipis dan lembut.
– Espresso
Cocok karena masih memiliki body yang bold, perpaduan rasa asam, manis, dan pahit yang kompleks akan memberikan pengalaman yang menarik. Namun kopi tersebut perlu di-roasting medium to dark agar memberikan rasa manis dan body yang optimal disertai rasa asam yang menyegarkan.
– Cold Brew Coffee
Dengan metode cold brew, kopi liberika akan memberikan karakter rasa yang lebih lembut dan akan mengurangi rasa pahit, serta akan lebih dominan karakter rasa manis dengan aroma floral yang khas.
– Kopi Susu
Karakter rasa yang tebal dan smoky, serta earthy dipadukan dengan susu full cream akan memberikan nuansa rasa yang lebih creamy.
– Vietnam Drip Coffee
Karakter rasa manis dan bold menjadi cocok dengan kopi tipe ini. karakter kental manis yang manis dan creamy ditambah dengan kopi ini menjadi minuman dengan rasa yang kaya, unik, dan kompleks. Patut dicoba dan dirasakan sendiri.
– Pour over atau Filter Coffee
Metode pour over dengan dripper V60 atau Kalita Wave akan lebih memberikan nuansa rasa yang floral lebih dominan, clean dan lebih beraroma. Cocok untuk para pegiat manual brew.
– Kopi Klotok
Untuk jenis kopi ini masih tradisional dan dimasak dengan gula atau susu. Kopi jenis ini bisa menjadi pilihan kopi yang menarik karena karakter bold yang masih tetap kuat meskipun dicampur dengan bahan-bahan lain seperti gula dan susu. Tipsnya dimasak dengan api kecil supaya rasa kopinya tidak hilang dan tidak dominan muncul rasa pahit.
Jadi kopi liberika cocok untuk berbagai jenis sajian minuman panas maupun dingin. Dan tentunya akan memberikan pengalaman ngopi yang menarik. Namun tentu perlu diroasting dengan tepat oleh roasternya. Supaya karakter rasa yang unik dan body tebal yang khas tetap menyatu dan menarik. Selamat mencoba!





