Seperti yang kita ketahui, kalau minuman dari biji kopi sangrai itu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Contohnya adalah manfaat kopi robusta bagi tubuh. Meski masyarakat masih memiliki pemahaman mengenai kopi adalah minuman yang pahit dan mesti ditambahkan gula untuk bisa dinikmati. Namun, ada juga masyarakat yang sudah bertumbuh, mereka bisa menikmati kopi tanpa gula meskipun rasanya pahit.
Perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Jenis biji kopi yang kita kenal umumnya ada dua, Arabika dan Robusta. Arabika sering dipahami sebagai kopi yang lebih premium, karena harganya lebih tinggi dan aroma, serta rasa yang lebih kompleks.
Alasan mengapa harganya tinggi dan karakternya yang unik yakni, proses penanaman biji kopi Arabika yang membutuhkan daerah tanam yang lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan biji kopi tersebut. Hal itu karena biji kopi Arabika lebih rentan dengan hama.
Sedangkan biji kopi Robusta adalah kopi yang lebih terjangkau dan lebih tahan hama. Meskipun saat ini harga Robusta naik secara sangat signifikan. Bahkan ini dinilai kenaikan harga tertinggi dalam sejarah perkembangan kopi Robusta.
Keduanya, masih sering disalahpahami oleh masyarakat khususnya para peminum kopi Robusta. Kopi Robusta sering dianggap lebih aman untuk lambung atau penderita GERD, karena rasanya tidak asam.
Padahal sebenarnya yang lebih aman adalah kopi Arabika dan yang membuat asam lambung naik bukan karena rasa kopi Arabika yang asam, salah satunya karena kafein yang tinggi. Dan kandungan kafein Robusta lebih tinggi daripada kopi Arabika.
Namun disisi lain, justru kandungan kafein dan lainnya yang ada pada kopi juga memiliki manfaat bagi tubuh. Jadi, kopi bukan sekadar minuman yang rasanya pahit. Apa saja manfaatnya kita ulas lebih dalam ya.
Baca Juga: Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula: Lebih Sehat untuk Jantung, Metabolisme, dan Mentalย
Kandungan Nutrisi yang ada dalam Kopi Robusta
1. Tinggi Kafein
Kandungan kafein yang tinggi yaitu, 1,8-3,5%. Lebih tinggi daripada kopi Arabika yang setengahnya dari kopi Robusta. Kandungan kafein tersebut memberikan efek stimulasi yang lebih kuat.
2. Mengandung Asam Klorogenat
Selain itu, ada kandungan Asam Klorogenat yang fungsinya sebagai antioksidan dan membantu metabolisme tubuh. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa asam klorogenat mampu meningkatkan pembakaran lemak dan menurunkan berat badan.
3. Fenolik dan Flavonoid
Terdapat juga Fenolik dan Flavonoid, kandungan ini berkontribusi terhadap efek antioksidan dan antiinflamasi, serta perlindungan terhadap berbagai penyakit kronis.
Lengkapnya, Fenolik melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, menangkal stres oksidatif dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Sedangkan Flavonoid memberikan efek perlindungan terhadap sel-sel tubuh.
Beberapa flavonoid yang ada dalam kopi Robusta seperti quercetin dan catechin memiliki manfaat meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung kesehatan jantung, dan membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan diabetes.
Ketika tubuh mengalami stres oksidasi akibat paparan polusi, makanan tidak sehat, stres fisik, sel-sel tubuh dalam mengalami kerusakan. Fenolik dan Flavonoid lah yang membantu mengatasi masalah tersebut sebagai proses penyembuhan.
Baca Juga: Menikmati Inovasi Rasa dan Manfaat Kopi Americano
Manfaat Kopi Robusta untuk Kesehatan

Penelitian tentang manfaat kopi dan spesifiknya kopi Robusta sudah banyak. Apalagi jika dikonsumsi rutin dan secukupnya, tentu kita akan merasakan manfaatnya sendiri.
1. Antioksidan dan Antibakteri
Dalam Jurnal Kesehatan dan Agromedicine menemukan bahwa kopi robusta memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan atau lebih tinggi daripada Arabika dengan kadar antioksidan tertinggi mencapai 262,41 ppm dan terendah 9,88 ppm.
Selain itu, kandungan kafein, asam volatil dan fenol dalam ekstrak biji kopi robusta menunjukkan efek yang positif yakni, menghambat pertumbuhan mikroba patogen di rongga mulut dan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur penyebab kandidiasis yang ada di dalam tubuh manusia, biasanya di kulit, mulut, saluran pencernaan, dan area genital.
Efek kandidiasis bisa terjadi ketika keseimbangan bakteri dan jamur dalam tubuh terganggu, kopi dapat menyeimbangkannya. Pemicunya adalah sistem imun yang lemah, penggunaan antibiotik berlebihan, kadar gula darah tinggi, perubahan hormon, dan kurang menjaga kebersihan dan kelembaban tubuh. Cara mencegahnya adalah kurangi konsumsi gula yang berlebihan. Itu mengapa minum kopi tanpa gula jauh lebih sehat dibandingkan dengan gula.
2. Penurunan Indeks Obesitas
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia yakni, meneliti efek ekstrak etanol biji kopi hijau robusta terhadap tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi dengan diet tinggi lemak. Hasilnya, ekstrak tersebut bisa menurunkan berat badan dengan persentase 8,11-12,32% dan penurunan indeks obesitas sebesar 2,94-3,88%. Hal itu karena kopi Robusta berperan mengurangi penyerapan lemak.
3. Meningkatkan Fokus dan Energi
Dalam penelitian tentang Pengaruh Kafein terhadap Tingkat Alertness dan HRV pada Mahasiswa UGM, bahwa menemukan bahwa konsumsi kopi robusta mampu meningkatkan ketelitian dan fungsi kognitif secara signifikan.
Baca Juga: Kalori Americano: Kopi Rendah Kalori yang Cocok untuk Program Diet
Keunggulan dari Kopi Robusta
Jika ada yang bertanya lebih baik mana antara kopi Arabika dan Robusta, sebenarnya keduanya kembali kepada kebutuhan masing-masing. Namun, ada beberapa keunggulan dari Kopi Robusta yang bisa mungkin bisa jadi pertimbangan bagi penikmat Kopi Arabika.
1. Kafein yang Lebih Tinggi dari Arabika
Meski kurang cocok untuk yang memiliki lambung yang sensitif atau memiliki GERD. Tapi bagi yang normal, ini bisa lebih meningkatkan energi dan fokus.
2. Rendah Gula dan Lemak
Kadar gula pada kopi Arabika lebih tinggi, sehingga jika ada kebutuhan dan keinginan untuk menurunkan berat badan atau kadar lemak bisa konsumsi kopi Robusta.
3. Kaya Antioksidan
Karena kafein yang lebih tinggi, sehingga lebih tinggi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.
Baca Juga: Manfaat Kopi Arabika dan Cara Penyajian yang Sehat
Belanja Kopi Robusta di Empo Coffee Roastery
-
Sale Product on sale
Kopi Robusta Flores BajawaRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta TemanggungRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta LampungRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta SidikalangRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta Aceh GayoRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000
Namun jika kamu mencari kopi yang lebih kaya aroma dan rasa manis yang lembut dan alami serta kafein yang lebih rendah, Kopi Arabika akan lebih cocok. Dan perlu kita pahami bersama bahwa biasanya kopi robusta dianggap kopi yang murah dan rendah kualitas, tapi ternyata justru banyak manfaatnya juga. Terakhir, alangkah baiknya kopi diminum tanpa gula untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Konsumsi yang wajar 1-3 cangkir per hari.
Jadi, bagi kamu peminum kopi arabika, apa masih enggan dengan kopi robusta? Kamu bisa diskusikan dengan kami via WA dengan klik gambar berikut yaa.











