Daftar isi
ToggleSeperti yang kita tahu, saat ini minuman kopi semakin menjamur. Bagi orang-orang yang memiliki kebiasaan minum kopi semakin lebih mudah mendapatkan kopi. Dan kopi-kopi saat ini jauh lebih bervariasi, dari yang awalnya kita tahu kopi itu minuman hitam pekat yang pahit, namun karena perkembangan industri kopi saat ini, muncul kopi-kopi yang manis dan bisa dinikmati semua kalangan, termasuk generasi muda.
Selain kopi-kopi yang manis dan kekinian, penikmat kopi hitam manual brew tetap ada dan juga bertumbuh. Banyak alasan dari masing-masing yang masih lebih memilih kopi murni yang diseduh secara manual, tanpa mesin kopi otomatis (espresso machine).
Baca Juga: Jenis Biji Kopi atau Varietas Kopi Apa Yang Paling Enak?
Manual Brew
Manual brew coffee adalah metode menyeduh kopi secara manual tanpa mesin espresso. Teknik penyeduhan manual ini berhubungan dengan penyeduhnya karena penyeduh kopi bisa mengontrol seluruh proses ekstraksi pada kopi, mulai dari pemilihan biji, tingkat kehalusan, suhu air, waktu menyeduh, dan teknik penyeduhannya.
Itu menjadi alasan kenapa kita sering mendengar “beda tangan, beda rasa.” Karena tiap orang yang menyeduh akan berbeda, meskipun biji kopi yang digunakan sama, alat seduh kopi yang digunakan sama, teknik seduh yang dilakukan sama. Hanya karena orang yang melakukannya kopi yang diseduh bisa berbeda.
Baca Juga: 8 Kopi Arabika Terbaik: Rekomendasi untuk Para Penikmat Kopi yang Aman untuk Lambung
Prinsip-prinsip Dasar Manual Brew
Hal yang sama dalam manual brew adalah panduannya. Panduan menyeduh kopi manual memungkinkan sama, itu mengapa ada kelas-kelas atau workshop yang mengajarkan menyeduh kopi secara manual. Namun memastikan rasa kopi yang diseduh itu sama, itu hal yang sulit. Apa saja prinsip-prinsip dasar manual brew:
1. Kualitas Biji Kopi
Biji kopi yang segar. Meskipun ada yang mengatakan harus di-resting terlebih dahulu setelah di-roasting untuk mendapatkan kopi yang optimal tanpa pahit yang mengganggu. Tapi pada intinya, kopinya masih layak diseduh, masih memiliki aroma yang segar.
2. Tingkat Gilingan Kopi
Kopi yang digiling kasar, sedang, dan halus memiliki perbedaan rasa ketika diseduh. Karena tingkat gilingan kopi mempengaruhi kemudahan dalam mengekstrak kopi dan menyesuaikan alat manual yang gunakan.
3. Rasio Kopi dan Air
Seperti yang sering kita tahu, menyeduh kopi menggunakan rasio 1:15 dan 1:18. Tujuannya mendapatkan keseimbangan rasa asam, manis, pahit, dan tingkat kekentalannya.
4. Suhu Air
Umumnya di 90-96°C untuk ekstraksi optimal. Tapi tetap menyesuaikan biji kopi yang digunakan. Karena ada yang menyeduh menggunakan suhu 85°C.
5. Waktu Ekstraksi
Tiap alat bisa mempengaruhi waktu seduhnya. Misalnya V60 & Kalita tentu bisa mempengaruhi waktu seduh. Umumnya paling lama 4 menit, sedangkan rata-rata 2-3 menit.
Namun yang perlu dipahami dari prinsip-prinsip tersebut adalah logika dalam menyeduh kopi. Karena setiap variabel tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dalam proses penyeduhan kopi.
Baca Juga: Pecinta Kopi Wajib Tahu! Inilah Jenis Kopi Terbaik di Indonesia
Alasan Manual Brew Semakin Populer
Tidak jarang tempat-tempat kopi atau street coffee banyak yang menggunakan alat-alat seduh manual dan menjual menu kopi manual saja tanpa menggunakan mesin kopi. Namun kopi yang dihasilkan juga tidak kalah enak. Beberapa alasan yang kami rangkum yaitu:
- Harga yang terjangkau dan fleksibel dibandingkan membeli kopi di kafe setiap hari.
- Bisa menyesuaikan dengan preferensi pribadi untuk mendapatkan rasa yang terbaik.
- Meningkatkan apresiasi terhadap kopi karena lebih memahami prinsip-prinsip dasar menyeduh kopi.
- Cocok untuk pekerja kantoran dan home brewers yang ingin kopi berkualitas tanpa mesin mahal dan penikmat kopi hitam.
Baca Juga: Kopi Excelsa: Mengenal Lebih Dekat Varietas Kopi Langka
Metode Manual Brew dan Rekomendasi Biji Kopi
Sebenarnya metode seduh manual brew tidak ada hanya untuk menyeduh kopi hitam saja. Banyak juga yang menggunakan untuk bahan dasar kopi susu atau kopi yang segar. Apa saja metode seduh manual, di antaranya:
1. Pour Over

V60, Kalita Wave, Chemex. Ketiga alat ini biasanya digunakan untuk menyeduh pour over. Biasanya cocok untuk para home brewers dan orang kantoran, karena karakter kopinya ringan, clean, dan kompleks. Ciri khasnya fruity dan body yang ringan. Rekomendasinya bisa coba kopi yang proses pascapanen natural atau honey. Misalnya seperti Arabika Toraja Natural dan Arabika Gayo Honey.
2. French Press

Jauh lebih simple dari pour over. Cocok untuk yang gak banyak waktu menyeduh kopi. Rekomendasinya kopi Blend. Misalnya: Crema Espresso Blend & Aroma Strong Blend. Perpaduan campuran arabika dan robusta yang unik.
3. Aeropress

Alat yang sederhana, cocok untuk traveler, pekerja remote, dan home brewers yang suka kopi-kopi versatile. Ciri khas rasa: bisa disesuaikan dari clean sampai bold. Kopi yang bisa dieksplorasi lebih beragam: Arabika Gayo Washed, Arabika Mandailing Washed, Arabika Bali Kintamani Washed.
4. Syphon
Cocok untuk home brewers yang ingin mendapatkan pengalaman menyeduh ala laboratorium. Ciri khas rasa yang dihasilkan, clean, smooth, dan kompleks. Rekomendasinya bisa Arabika Bali Kintamani Washed.
5. Moka Pot

Alat yang cocok untuk kopi-kopi yang strong, bold. Biasanya penggunaannya untuk mendapatkan rasa yang mendekati espresso. Kopi yang cocok adalah house Espresso blend.
6. Cold Brew Coffee

Biasanya yang suka dengan ice coffee. Karakter rasa yang lebih alami dan rendah asam. Cocok untuk yang suka kopi-kopi single origin. Arabika Gayo Wine tidak akan menonjol asamnya ketika dibuat dengan cold brew. Atau Full Robusta Gayo yang ingin mendapatkan rasa kopi yang bold dan ingin jadi bahan dasar kopi susu.
7. Tubruk
Menyeduh kopi yang cepat dan tradisional. Ciri khas kopi yang pekat, strong dan masih ada ampasnya. Cocok untuk yang ingin mengenal karakter asli kopi single origin.
8. Drip Bag Coffee
Kopi rekomendasi untuk pekerja kantoran atau untuk bepergian. Sangat simple tanpa alat dan tidak menyulitkan. Ciri khasnya praktis, masih fresh meski tidak lebih fresh ketika masih dalam biji kopi. Rekomendasinya adalah yang single origin. Drip bag adalah solusi untuk tetap mendapatkan kopi murni, fresh, berkualitas, tapi tanpa perlu alat-alat yang mahal dan kompleks.
Baca Juga: Keunikan Kopi Liberika
Beli Biji Kopi untuk Manual Brew di Empo Coffee Roastery
-
Sale Product on sale
Malino Full WashedRp149,999Original price was: Rp149,999.Rp115,499Current price is: Rp115,499. -
Sale Product on sale
Kopi Robusta Flores BajawaRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta TemanggungRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta LampungRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta SidikalangRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Robusta Aceh GayoRp40,000 – Rp220,000Price range: Rp40,000 through Rp220,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Toraja SapanRp60,000 – Rp350,000Price range: Rp60,000 through Rp350,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Flores BajawaRp60,000 – Rp345,000Price range: Rp60,000 through Rp345,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Bali KintamaniRp60,000 – Rp345,000Price range: Rp60,000 through Rp345,000
Jadi, manual brew saat ini semakin berkembang karena para penikmat kopi semakin lebih memahami kopi yang berkualitas, sehat, dan hemat. Karena jauh lebih terjangkau ketika kita membeli dalam kemasan 100 gram atau 200 gram, sesuai kebutuhan. Tujuannya adalah kita tetap mendapatkan kopi yang berkualitas segar dari aroma dan rasanya.
Selain itu, menyeduh kopi manual juga memberikan ketenangan batin, karena kita menjalankan prosesnya masing-masing. Kamu bisa berdiskusi dengan kami setelah mencoba sendiri, klik gambar berikut yaa.














