Sudah bukan hal yang asing lagi tentang portafilter kopi, apalagi yang berprofesi sebagai barista. Namun karena semakin ke sini, semakin banyak para home brewers yang sebelumnya diistilahkan untuk para penikmat manual brew coffee.
Namun, sekarang para home brewers juga sudah berevolusi jadi home barista yang tidak jarang sudah memiliki peralatan mesin kopi untuk menyeduh kopi layaknya di cafe atau coffee shop komersial.
Hal tersebut tentu menjadi sinyal positif bagi industri kopi, khususnya di Indonesia. Karena para peminum kopi yang awalnya tahu kopi itu hanya kopi susu gula aren dan kopi saset dan sekarang mulai berkembang untuk mengeksplorasi proses pembuatannya sendiri dengan membeli mesin espresso rumahan. Lalu muncul seputar portafilter mana yang sesuai standar.
Sebelum kita masuk ke portafilter, yang perlu dipahami adalah memahami mesin espresso yang ingin dibeli. Hal itu karena portafilter dan mesin espresso saling berhubungan. Setiap mesin espresso memiliki portafilter-nya masing-masing.
Baca Juga: 5 Alat Seduh Kopi, Pemula Wajib Punya!
Berapa ukuran portafilter?

Melansir situs Hibrew dan Barista Essentials, umumnya ukuran portafilter ada empat macam, berikut ini penjelasannya:
- Mulai dari ukuran 49mm yang biasa digunakan untuk ROK Presso, alat pembuat espresso manual. Dan ukuran 49mm ini adalah ukuran yang paling kecil.
- Ukuran 51mm, biasanya umumnya digunakan untuk mesin espresso rumahan.
- Ukuran 54mm, biasanya digunakan pada beberapa mesin espresso rumahan dan komersial kecil, contohnya La Marzocco Linea Mini dan Nuova Simonelli Oscar II.
- Ukuran 58mm, biasanya jadi standar industri untuk mesin espresso profesional dan komersial.
Ukuran portafilter yang paling umum yang 58mm, biasanya digunakan di kafe atau coffee shop, karena mampu mempertahankan suhu dan distribusi panas dengan baik.
Jadi jika ada pertanyaan perihal ukuran portafilter berapa yang standar? Maka jawabannya tergantung kebutuhan mesin espresso yang seperti apa? Kalau untuk kebutuhan cafe maka disarankan portafilter ukuran 58mm dan yang sesuai dengan mesin espresso yang digunakan, karena meskipun ukurannya sama bisa saja ada perbedaan kecocokannya.
Baca Juga: Alat Roasting Kopi: Panduan Lengkap & Jenis-Jenisnya
Melansir situs Seattle Coffee Gear, jikalau kebutuhannya untuk rumahan, kemungkinan ukuran portafilter 51mm dan 54mm sudah cukup sesuai dengan mesin espresso yang digunakan. Karena kebutuhan produksi kopinya tidak sebanyak di cafe atau resto dan kualitas yang dibutuhkan juga tidak seperti standar cafe. Dan lebih minimalis dan simpel, karena tidak perlu ruang terlalu besar untuk mesin espresso dengan porta ukuran 51mm dan 54mm.
Intinya, untuk menentukkan ukuran portafilter yang tepat adalah dengan menyesuaikan pada mesin espresso yang digunakan.
Baca Juga: Mengenal Mesin Roasting Kopi
Tipe Portafilter

Selain Portafilter tentu yang juga pembahasan menarik adalah yaitu ada tipe portafilter dan tipe basket portafilternya. Biasanya untuk mesin-mesin espresso rumahan menggunakan Pressurized Portafilters & Non-Pressurized Portafilters (Commercial & Industry).
Untuk Pressurized Portafilters cocok digunakan untuk pemula dan penyeduh rumahan yang ingin menikmati kopi dengan proses ala-ala cafe. Karena mudah digunakan, sebab aliran air yang keluar dari portafilter dipaksa mengalir ke lubang spout yang kecil menuju cup. Jadi sangat memudahkan dan meminimalisir potensi kesalahan dalam tamping.
Sedangkan untuk Non-Pressurized Portafilters atau yang biasa digunakan di cafe dan Coffee Shop lebih kompleks, umumnya bagian spouts memiliki dua cabang untuk mengalirkan ke dua gelas. Karena memungkinkan proses aliran air yang tidak merata saat mengekstraksi kopinya.
Oleh karena itu dibutuhkan keahlian tamping atau tamper yang lebih berkualitas. Sekarang sudah ada juga mesin tamping yang bertujuan untuk menjaga konsistensi dalam proses ekstraksi kopi.
Melansir situs Otten Coffee, Portafilter ini juga memungkinkan memiliki pilihan jenis spouts. Ada yang single spout, double spouts yang umum digunakan, ada juga yang naked atau bottomless tentu penggunaannya juga perlu keahlian tamping yang tepat, apalagi jika belum memiliki mesin tamping atau tamper yang click.
Belanja Biji Kopi Hanya di Empo Coffee Roastery
-
Sale Product on sale
Malino Full WashedRp149,999Original price was: Rp149,999.Rp115,499Current price is: Rp115,499. -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Toraja SapanRp60,000 – Rp350,000Price range: Rp60,000 through Rp350,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Flores BajawaRp60,000 – Rp345,000Price range: Rp60,000 through Rp345,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Bali KintamaniRp60,000 – Rp345,000Price range: Rp60,000 through Rp345,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika MandailingRp60,000 – Rp350,000Price range: Rp60,000 through Rp350,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Aceh Gayo HoneyRp70,000 – Rp370,000Price range: Rp70,000 through Rp370,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Aceh Gayo WineRp80,000 – Rp375,000Price range: Rp80,000 through Rp375,000 -
Sale Product on sale
Kopi Arabika Aceh GayoRp60,000 – Rp345,000Price range: Rp60,000 through Rp345,000
Jadi untuk memiliki portafilter yang tepat, tipsnya adalah pilih mesin espresso yang sesuai kebutuhan penggunaannya. Semoga membantu, Salam empo people! Baca artikel seputar kopi lainnya hanya di Empo Coffee Roastery.













