Kita tahu bahwa budaya “ngopi” di Indonesia cukup tinggi. Saat ini, kopi sudah bukan lagi minuman orang dewasa, melainkan dari pelajar sampai orang dewasa rata-rata semua minum kopi, yang membedakan hanyalah jenis minuman kopinya. Anak-anak muda cenderung menikmati kopi-kopi yang manis contohnya kopi susu gula aren. Sedangkan orang-orang dewasa tentu minuman kopi yang tidak terlalu manis, seperti kopi hitam yang pekat dan pahit atau kopi tubruk. Oleh karena itu, jumlah konsumsi kopi setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan.
Dampaknya seringkali dihubungkan pada aspek kesehatan secara personal masing-masing. Pada dasarnya apapun yang dikonsumsi secara berlebihan tentu akan memberikan dampak negatif, termasuk juga kopi. Oleh karena itu, kita perlu tahu perihal kandungan apa saja yang ada di kopi itu sendiri, lalu batas aman untuk konsumsi kopi, serta cara mengatasi atau siasat untuk menikmati kopi agar tidak memberikan dampak yang negatif yang tidak kita inginkan.
Baca Juga: Penikmat Kopi Wajib Tahu, Fakta-Fakta Menarik tentang Kopi
Fakta Kopi: Sejarah dan Kandungannya
Kalau secara budaya di Indonesia, kopi di Indonesia adalah sebagai warisan budaya, kekuatan ekonomi, dan sebuah identitas nasional hingga internasional. Karena Indonesia memegang gelar coffee belt yakni, salah satu negara yang penghasil kopi terbesar di dunia. Melansir Kompas, masyarakat Indonesia mengonsumsi kopi di pagi, siang, atau sore hari untuk menemani aktivitas mereka, meningkatkan energi, dan membantu untuk menurunkan berat badan dengan konsumsi yang tepat.
Dan awal mulanya sejak dulu, Kopi adalah minuman yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang terutama kaum laki-laki, memiliki sejarah panjang yang dimulai dari Ethiopia pada abad ke-9. Legenda mengatakan bahwa seorang penggembala bernama Kaldi menemukan kopi setelah melihat kambing-kambingnya menjadi lebih energik setelah memakan biji tanaman kopi. Sejak itu, kopi menyebar ke berbagai penjuru dunia, dimulai dari Timur Tengah dan kemudian ke Eropa. Kini, kopi bukan hanya sekedar minuman, melainkan bagian dari budaya dan tradisi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Mitos Kopi yang Masih Sering Dipercaya Secara Umum di Indonesia
Efek Positif Konsumsi Kopi

Fakta kopi itu memiliki efek terhadap kesehatan memang sudah bukan lagi jadi rahasia umum. Beberapa efek positifnya bagi kesehatan yaitu:
1. Stimulan Untuk Sistem Saraf
Semakin berkembangnya kopi, diketahui bahwa kopi mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh, khususnya kafein, yang memberikan efek stimulan bagi sistem saraf pusat. Dari Everyday Health, seorang peneliti medis di Des Moines, Iowa, Daniel Boyer menjelaskan bahwa, manfaat kopi sebagai stimulan adalah meningkatkan thermogenesis metabolik, yaitu proses di mana tubuh menghasilkan panas dari zat makanan yang dicerna. Sehingga manfaat lainnya yaitu adalah mempercepat pembakaran kalori yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Selain itu, juga bagi menahan lapar bagi beberapa orang. Karena efek dari kopi tersebut.
2. Menurunkan Kadar Lemak Tubuh
Disebutkan juga di studi lain, di American Journal of Clinical Nutrition Desember 2019 menemukan bahwa, minum empat cangkir kopi per hari dapat menyebabkan penurunan lemak tubuh sebesar 4 persen selama studi 24 minggu atau 6 bulan.
3. Melawan Radikal Bebas dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung sampai Diabetes
Mengutip RRI, kopi juga mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Selain itu, kopi memiliki kandungan asam klorogenat yang dapat berperan dalam menurunkan resiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Selain itu juga mencegah penyakit parkinson, gagal jantung, stroke, penyakit alzheimer, serta menurunkan berat badan. Kopi mengandung nutrisi seperti niasin, potasium, magnesium, dan antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.
Baca Juga: Berapa Kalori Kopi Susu Tanpa Gula? Cek Fakta Nutrisinya
Efek Negatif Konsumsi Kopi

Namun selain ada efek positifnya ada juga efek negatifnya, yaitu:
1. Meningkatnya Kecemasan
Karena kandungan kafein pada kopi juga dapat meningkatkan kewaspadaan. Kafein dalam kopi bekerja dengan menghalangi efek adenosin, yaitu zat kimia otak yang dapat membuat Anda merasa lelah. Melansir Healthline, ketika kopi dikonsumsi berlebihan justru akan meningkatkan kecemasan dan tidak nyaman. Efek dari kecemasan ini berantai, mulai detak jantungnya berdebar lebih cepat, lalu mengganggu jam tidur. Ketika waktu tidur berkurang, proses recovery tubuh juga akan terganggu. Efek selanjutnya adalah kerusakan otot.
Kerusakan otot Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius di mana serat otot yang rusak memasuki aliran darah dan bisa menyebabkan gagal ginjal dan masalah lainnya. Menurut Kompas, salah satu penyebabnya adalah ketegangan otot karena asupan kafein yang berlebihan, meskipun hal ini relatif jarang terjadi.
2. Meningkatkan Tekanan Darah
Efek kafein tersebut dapat meningkatkan tekanan darah, bagi orang yang hobi olahraga tentu bermanfaat, namun jika berlebihan tentu efeknya akan negatif. Karena ketika kafein bekerja, memberikan stimulan terhadap sistem saraf dan itu akan memicu tekanan darah tinggi. Ketika tekanan darah menjadi meningkat drastis tentu akan berpotensi risiko serangan jantung dan stroke karena dapat merusak arteri dari waktu ke waktu, membatasi aliran darah ke jantung dan otak. Lalu gejala sakit kepala mulai muncul hingga ke psikologis.
3. Emosi Jadi Tidak Stabil
Melansir Psychology Today, Karena kopi menyimpan berbagai efek yang erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang, termasuk suasana hati (mood), stres, dan bahkan gejala kecemasan. Jadi manfaat kopi bisa menjadi mood booster tapi juga bisa memberikan efek mood swing yang bisa mengarah kepada depresi. Efek ini berkaitan erat dengan peran kafein dalam meningkatkan pelepasan dopamin di korteks prefrontal otak, area yang penting dalam regulasi emosi dan motivasi. Dopamin ini sebagai neurotransmitter yang sering dikaitkan dengan rasa senang, semangat, dan penghargaan diri. Namun ketika berlebihan, justru memberikan efek cemas seperti yang dijelaskan, Studi dari Finlandia menyebutkan bahwa konsumsi lebih dari 8 cangkir kopi per hari dapat meningkatkan risiko bunuh diri. Bahkan, dalam dosis tinggi dan jangka panjang, kafein dapat menguras mineral penting seperti magnesium, yang berperan dalam fungsi neurotransmitter otak.
Baca Juga: Berapa Kalori Kopi Hitam Tanpa Gula? Ini Jawaban untuk Kamu yang Lagi Diet atau Puasa
Batas Aman Konsumsi Kopi
Menurut Mayo Clinic, batas konsumsi kopi berdasarkan kebutuhan kafein yang terbilang aman untuk sebagian besar orang dewasa adalah 400 miligram (mg)–setara dengan 4 cangkir kopi. Secara umum, para ahli merekomendasikan aturan minum kopi yang aman bagi wanita atau pria dewasa adalah tidak lebih dari 2 – 3 cangkir per hari agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan. Sementara itu, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui disarankan untuk membatasi minuman berkafein tidak lebih dari 200 miligram per hari atau setara dengan 2 cangkir kopi saja.
Cara Mengatasinya Secara Preventif
- Kenali tubuh: Jika kita merasakan gejala seperti sakit perut, jantung berdebar, sulit tidur, atau gelisah setelah minum kopi, sebaiknya perlu membatasi konsumsi kopi.
- Pilih Kopi Tanpa Gula: Konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2. Jika ingin menikmati kopi yang rendah kafein, pilih kopi arabika atau kopi decaf.
- Hindari Saat Perut Kosong: Bagi yang memiliki pencernaan sensitif, minum kopi saat perut kosong dapat menyebabkan masalah lambung. Meski bagi sebagian orang tidak ada masalah, karena diatasi dengan minum air putih yang cukup.
- Perbanyak Minum Air Putih: Karena kopi dapat meningkatkan buang air kecil dan berpotensi menyebabkan dehidrasi. Jadi penting menjaga konsumsi air putih.
- Jangan Minum Dekat Waktu Tidur: Efek stimulan pada kafein memang tidak langsung, karena ada jeda beberapa jam. Oleh karena memungkinkan dapat mengganggu pola jam tidur.
Baca Juga: Manfaat Kopi Robusta: Lebih dari Sekadar Minuman Pahit
Belanja Biji Kopi di Empo Coffee Roastery
-
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Robusta SidikalangRp27,500Original price was: Rp27,500.Rp7,499Current price is: Rp7,499. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Robusta LampungRp27,500Original price was: Rp27,500.Rp7,499Current price is: Rp7,499. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Flores Bajawa RobustaRp27,500Original price was: Rp27,500.Rp7,499Current price is: Rp7,499. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Gayo Aceh RobustaRp27,500Original price was: Rp27,500.Rp7,499Current price is: Rp7,499. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Arabika MandailingRp34,900Original price was: Rp34,900.Rp9,999Current price is: Rp9,999. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Arabika Gayo AcehRp34,900Original price was: Rp34,900.Rp9,999Current price is: Rp9,999. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Arabika Flores BajawaRp34,900Original price was: Rp34,900.Rp9,999Current price is: Rp9,999. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Arabika Kintamani BaliRp34,900Original price was: Rp34,900.Rp9,999Current price is: Rp9,999. -
Sale Product on sale
Drip Bag Kopi Robusta TemanggungRp34,999Original price was: Rp34,999.Rp7,499Current price is: Rp7,499.
Jadi, intinya kopi dapat menjadi pedang bermata dua; dalam jumlah moderat, kopi bisa menjadi mood booster sehingga bisa meningkatkan produktivitas. Namun, jika kita konsumsi kopi secara berlebihan, kopi bisa menyebabkan emosi tidak stabil seperti gelisah, cemas, dan mudah tersinggung dan menghambat produktivitas, bahkan mengganggu kesehatan.















