single origin kopi di indonesia

17 Single Origin Kopi di Indonesia Yang Belum Banyak Diketahui Para Penikmat Kopi

Umumnya, kalau kita ulas mengenai single origin coffee di Indonesia โ€“ yang sering kita kenal yaitu, Kopi Gayo, Toraja, Java Preanger, Mandailing, Lintong, dan Wamena. Padahal di luar itu, sebenarnya masih ada banyak lagi kopi-kopi Indonesia yang menarik untuk dieksplorasi lebih dalam. 

Meski di tengah maraknya kopi susu gula aren di Indonesia, penikmat kopi hitam single origin juga terus bertambah jumlahnya. Menurut PISAgro pada tahun 2023, terdapat peningkatan total konsumsi kopi secara umum di Indonesia yang mencapai 7 juta kantong atau 420 ribu ton.

Penikmat kopi single origin cenderung mencari rasa otentik kopi, karena sudah mulai terbiasa dan tertarik dengan citarasa kopi dan apresiasi kopi lokal sehingga seringkali minum kopi hitam tanpa gula

Baca Juga: Keunikan Kopi Liberika

Single Origin Coffee Indonesia

Kopi dari Sumatera

Kopi dari Sumatera

Single origin kopi Indonesia dari Sumatera yang paling sering dikenal ada dari Aceh Gayo, Mandailing Sumatera Utara, Lintong Sumatera Utara, Solok Sumatera Barat, Semendo Sumatera Selatan. 

  1. Kopi Gayo, Aceh

Soal rasa sudah gak bisa diragukan lagi kalau Kopi Gayo memberikan sentuhan nutty cenderung buttery dengan aroma rempah yang wangi. Namun jika mencoba jenis pascapanen eksperimental yang berbeda seperti: Natural Process, Anaerobic Process, Honey Process, Wine Process, atau Extended Natural. Karakter rasa fruity juga menarik untuk di eksplorasi. 

Kualitas Kopi Gayo sudah diakui oleh dunia sebagai kopi terbaik melalui sertifikat resmi akan kualitasnya yang keluar pada tahun 2010 lalu. Melansir Nescafe, sekarang ini juga para petani sedang mengembangkan tiga varietas Kopi Gayo yang sedang dibudidayakan, yaitu Gayo 1, Gayo 2, dan P88 yang juga sudah diakui oleh dunia sebagai kopi terbaik. 

  1. Kopi Mandailing, Sumatera Utara

Mengutip Otten Coffee, kopi Mandailing berasal dari daerah Mandailing di Pegunungan Bukit Barisan dan dikenal memiliki cita rasa kekentalan yang bagus, keasaman medium, serta aroma herbal yang unik dan rasa manis di akhir. Kopi ini sangat populer baik di dalam maupun luar negeri karena cita rasanya yang kaya dan kompleks, menjadikannya favorit bagi penikmat kopi di seluruh dunia.

Budidaya kopi di Mandailing sudah ada sejak zaman Belanda, bahkan sebelum tahun 1820-an. Kopi ini bahkan pernah menjadi kopi termahal di pasar internasional pada masa lampau. Kopi yang cukup tua dan cukup menarik untuk dieksplorasi dan biasa digunakan untuk bahan dasar minuman kopi di kafe, karena karakternya yang cukup kuat. 

  1. Kopi Lintong, Sumatera Utara

Biji kopi arabika terkenal dari daerah Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dengan ciri rasa khas coklat, rempah, dan herbal, serta tubuh yang penuh karena tanah vulkanik subur. Mengutip AEKI AICE, kawasan tempat bertumbuhnya kopi Lintong terletak di ketinggian sekitar 1.300 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut, menjadikannya tempat yang ideal untuk menanam kopi. Sejak zaman kolonial Belanda, kopi telah menjadi salah satu tanaman perkebunan yang sangat penting di wilayah ini.

Kopi ini banyak disukai pecinta kopi di Indonesia dan dunia, dan dikenal dengan berbagai nama seperti Sumatra Blue Lintong atau Blue Batak. Dibudidayakan di tanah yang subur, hasil dari letusan Gunung Toba ribuan tahun lalu, yang juga mempengaruhi rasa kopi. Sama-sama dari Sumatera Utara seperti Mandailing tapi Lintong memiliki keunikannya sendiri. 

  1. Kopi Solok, Sumatera Barat

Kopi yang berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Kopi ini memiliki keunikan rasa, seperti lemon, dan rasa manis coklat, dengan kualitas yang telah diakui melalui berbagai uji cicip (cupping test). Melansir Indonesia.go.id, kopi Solok juga sudah masuk pasar internasional dipopulerkan oleh Koperasi Solok Radjo.

Single origin dari Minang Solok setidaknya baru populer setelah tahun 2014, meski cukup terlambat dibandingkan dua saudaranya dari Aceh-Gayo dan Sumatera Utara seperti Sidikalang, Lintong atau Tanah Karo. Namun, Kopi dari Solok tetap memiliki keunikannya sendiri.

  1. Kopi Semendo, Sumatera Selatan

Jenis kopi dari Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang dikenal memiliki cita rasa khas manis dan asam seperti jeruk, dengan aroma kuat dan menyengat, serta dapat berupa varietas Arabika dan Robusta. Kopi ini ditanam di dataran tinggi yang subur dan sejarahnya sudah ada sejak abad ke-19, serta kini sudah diekspor hingga ke Singapura. Kopi Semendo ditanam di dataran tinggi yang subur dengan kondisi tanah vulkanik yang ideal untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi. 

Keunikan kopi ini juga berasal dari varietasnya yang khas, yaitu Lampung Robusta dan Semendo 28 yang menghasilkan citarasa yang seimbang dan kompleks. Dari segi aroma dan rasa memiliki aroma bunga dan buah yang unik, dengan sedikit rasa manis dan aftertaste yang halus.

Namun karena ada hasil dari persilangan dengan robusta, sehingga memberikan kafein yang lebih tinggi. Hal ini membuat kopi Semendo jadi seimbang dan bisa dinikmati dalam beragam sajian. 

Baca Juga: Kopi Excelsa: Mengenal Lebih Dekat Varietas Kopi Langka

Kopi dari Sulawesi 

kopi dari sulawesi

Sulawesi juga memiliki beberapa single origin kopi Indonesia Kopi dari Sulawesi yang bisa kita eksplorasi, Toraja Sulawesi Selatan, Enrekang Sulawesi Selatan, Bantaeng Sulawesi Selatan, Malino Topidi Sulawesi Selatan, dan Kopi Minahasa dari Sulawesi Utara. 

  1. Kopi Toraja, Sulawesi Selatan

Biji kopi arabika khas dari Pegunungan Sesean, Toraja, Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan aroma khas seperti rempah-rempah dan tanah (earthy) dan herbal, rasa yang nikmat seperti tamarin dan orange, namun masih tergolong keasaman rendah. Ditanam di ketinggian sekitar 1400-2100 mdpl, kopi ini mendapat cita rasa unik dari tanah vulkanik dan lingkungan yang kaya rempah, serta dipanen dengan metode tradisional yang menghasilkan biji berkualitas.

Kopi Toraja cocok dinikmati dengan berbagai metode seduh, termasuk untuk sajian manual brew seperti pour over dan cold brew.

  1. Kopi Enrekang, Sulawesi Selatan

Melansir lama resmi desa Tobalu, Kopi Enrekang adalah kopi Arabika dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan nama Kopi Kalosi karena dipasarkan Belanda dari pasar Kalosi saat masa kolonial. Jenis kopi Enrekang memiliki profil rasa yang kompleks, kuat, lembut, dengan aroma khas perpaduan bunga, buah, dan rempah. Kopi ini tumbuh di tanah vulkanik subur, dengan ketinggian 1200-1700 mdpl, dan memiliki reputasi di pasar internasional.

Kopi Enrekang dan Kopi Toraja sebenarnya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalosi, namun Kopi Enrekang merujuk pada kopi dari Kabupaten Enrekang, sedangkan Kopi Toraja adalah kopi dari daerah Tana Toraja yang juga memiliki varietas Kalosi yang sama. Perbedaannya terletak pada penekanan wilayah. Namun, karakter kopinya juga berbeda.

  1. Kopi Malino, Sulawesi Selatan

Kopi Malino berasal dari dataran tinggi Malino yang dikenal โ€œkota bungaโ€, kota kecil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,  yang lokasinya berbeda dari Tana Toraja dan Enrekang. Meskipun berada di Sulawesi Selatan, Malino berbeda secara geografis dan bisa menawarkan profil rasa yang berbeda dan unik dibandingkan dengan kopi dari Toraja dan Enrekang. Namun, bagi para penikmat kopi specialty, โ€œMalinoโ€ bukan lagi kopi yang asing, karena beberapa coffee roastery di Indonesia juga sudah mempopulerkan kopi malino.

Karakter aroma dan rasa yang khas dan unik: umumnya biji kopi Arabika Malino memiliki aroma lembut seperti melati dan mawar, rasa manis dari gula aren, serta sentuhan buah tropis.

  1. Kopi Bantaeng, Sulawesi Selatan

Mengutip wawancara yang dilakukan SulselSuara.com kopi arabika asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, juga berpeluang mengantongi hak Indikasi Geografis (IG). Karena memiliki cita rasa yang khas. Ada tiga daerah di Bantaeng yang berpotensi mengantongi hak IG kopi ini. Ketiganya adalah Kecamatan Eremerasa, Ulu Ere dan Tompobulu. Kopi Arabika Bantaeng memiliki cita rasa yang khas seperti ada cita rasa brown sugar, dried fruit, tropical fruit aroma dan rather winey.

Bagi orang-orang dari Sulawesi Selatan sudah bukan hal yang asing keunikan karakter kopi Bantaeng, sayangnya di kota-kota besar lain, seperti Jakarta dan sekitarnya masih belum banyak yang mengenalnya.

  1. Kopi Minahasa, Sulawesi Utara

Kopi Minahasa dari Gunung Mahawu adalah kopi arabika berkualitas tinggi yang ditanam di sekitar Gunung Mahawu, Tomohon, Sulawesi Utara, menggunakan metode agroforestri. Mengutip Kanal Metro, Kopi ini memiliki profil rasa yang unik dengan nuansa brown sugar dan aroma herbs, serta sering diminati di pasar ekspor seperti Bahrain, China, Kanada, dan Amerika Serikat.

Kopi ini merupakan produk unggulan Kota Tomohon yang dikembangkan dengan dukungan dari pemerintah daerah dan program pemberdayaan UMKM. Empo Coffee juga akan mengembangkan Kopi Minahasa Gunung Mahawu tersebut dengan single varietas.

Baca Juga: Dark Roast โ€“ Kopi dengan Karakter Rasa yang Bold

Kopi dari Jawa

Kopi dari Jawa

Biji kopi dari Jawa terbagi jadi tiga: Jawa Timur ada Dampit, dan Ijen, Jawa Tengah ada Temanggung, Jawa Barat ada Puntang.

  1. Kopi Dampit, Jawa Timur

Kopi Robusta unggulan dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terkenal di dunia karena kualitasnya yang tinggi. Karakter rasanya adalah full body dengan sensasi earthy dan coklat karamel yang khas, serta rasa pahit yang seimbang dan lembut di lidah, yang dipengaruhi oleh tanah yang subur dan ketinggian lahan di atas 800 meter di atas permukaan laut.

Biasanya dipakai untuk house blend di kedai atau kafe-kafe karena membantu menyeimbangkan kompleksitas aroma dan rasa kopinya.

  1. Kopi Ijen, Jawa Timur

Biji kopi Ijen adalah kopi arabika khas Jawa Timur yang berasal dari pegunungan Ijen di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, tumbuh di ketinggian 1.000โ€“1.400 mdpl. Kopi ini punya rasa unik dengan aroma bunga, pedas seperti jahe, serta sedikit rasa kacang dan coklat, dengan tingkat keasaman rendah sehingga aman bagi penderita asam lambung.

Jenis kopi ini telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dan masuk pasar internasional karena kualitasnya yang tergolong specialty coffee.

  1. Kopi Temanggung, Jawa Tengah

Kopi dari Temanggung ini juga sudah banyak kenal dan jadi favorit karena kopi yang berkualitas tinggi dari Jawa Tengah yang terkenal dengan keunggulan rasa dan aroma tembakaunya, baik jenis Robusta maupun Arabika. Di Empo Coffee, favoritnya dari jenis Robusta Temanggung. Karena digunakan untuk kopi single origin, pahitnya tergolong lembut, namun untuk campuran house blend karakternya jadi seimbang.

Untuk jenis Arabika Temanggung memiliki ciri khas seperti rasa manis coklat dan aroma buah-buahan seperti jambu, nangka. pada Arabika, namun karakter tembakaunya masih cukup melekat.

  1. Kopi Puntang, Jawa Barat

Melansir Puntang Coffee, kopi Puntang adalah kopi berkualitas dunia berasal dari lereng Gunung Puntang, Bandung Selatan, Jawa Barat, yang terkenal dengan ketinggian, tanah subur, dan udaranya yang sejuk. Kopi ini memiliki keunikan rasa manis, sedikit asam, dan aroma khas buah lokal seperti jambu biji dan pisang, dengan tekstur yang kuat.

Kopi Gunung Puntang juga telah meraih penghargaan internasional dan diolah oleh pelaku usaha lokal menjadi berbagai produk, termasuk biji kopi siap saji. Penghargaan Kopi Puntang yaitu, Grand Cru de Cafรฉ di Prancis, membuktikan kualitas internasionalnya. Gunung Puntang bersandingan dengan Gunung Malabar. Keduanya menjulang tinggi hingga 2000 mdpl.

Baca Juga: Light Roast โ€“ Keasaman Tinggi dan Cita Rasa Asli Kopi

Kopi dari Indonesia Timur 

Kopi dari Timur ada: Flores, Bali, dan Papua. Tiga single origin ini yang juga cukup tinggi diminati oleh para penikmat kopi rumahan maupun di kafe. 

  1. Kopi Flores, Nusa Tenggara Timur

Kopi Flores adalah kopi yang khas dari pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kopi Flores punya cita rasa dan aromanya yang unik, terutama dari jenis Arabika Bajawa dan Manggarai, keduanya ini masih yang paling sering dicari oleh para penikmat kopi. Selain kedua kopi tersebut, ada Ende dan Wae rebo. Kopi Bajawa tumbuh di daerah vulkanik subur di ketinggian 1.100โ€“1.800 mdpl, menghasilkan karakteristik rasa manis, karamel, kacang-kacangan seperti hazelnut, dan sentuhan tembakau atau roasted.

Perkembangan kopi Flores lumayan meningkat, khususnya bagi para penikmat espresso based yang bosan dengan karakter kopi Sumatera yang bold & spicy. Jenis kopi Flores cenderung lebih soft secara karakter body.

  1. Kopi Bali

Biji kopi Bali dari Pulau Bali, paling sering dikenal adalah Arabika Kintamani dengan ketinggian ยฑ1500 mdpl, yang dikenal juga memiliki cita rasa fruity (buah-buahan), aroma citrus, serta tingkat keasaman yang rendah dan tidak sepat. Kopi ini dibudidayakan di daerah pegunungan, seperti Kintamani, dan juga ada jenis Robusta dari daerah Buleleng.

Kopi Kintamani juga jadi favorit di Indonesia, seringkali diseduh dengan metode pour over atau manual brew. Dan Kopi Bali Kintamani juga hampir disamakan dengan kopi dari Ethiopia, karena masih ada nuansa karakter floralnya.

  1. Kopi Papua

Mengutip Detik.com, selain kopi Wamena, Papua juga menghasilkan beberapa jenis kopi arabika berkualitas contohnya Kopi Amungme dari Timika, Kopi Pegunungan Bintang dengan aroma citrus dan berry, serta Kopi Moanemani dari Dogiyai yang terkenal di Eropa dan Amerika, dan Kopi Lanny Jaya dengan profil rasa floral dan buah-buahan tropis.

Di Pegunungan Bintang, Papua, ditanam pada ketinggian 1.800โ€“2.000 mdpl. Padahal di daerah Indonesia lainnya, rata-rata ketinggian tanam di 1.500โ€“1.600 mdpl.

Baca Juga: Medium Roast โ€“ Keseimbangan Antara Body dan Keasaman

Belanja Biji Kopi di Empo Coffee Roastery

Dari beragamnya single origin kopi Indonesia di atas, mana yang belum kamu coba? 

hubungi kami tim empocoffee

Bagikan artikel:

Seputar Kopi Lainnya

Tamper dan tamping erat sekali dalam proses ketika seorang barista atau penyeduh kopi yang ingin

Bagi penyeduh rumahan (home brewer) maupun pelaku langsung di Industri kopi sebagai barista โ€“ istilah

House Blend Coffee House Blend Coffee sederhananya adalah campuran dari dua jenis kopi atau origin

Kenapa Grinder Kopi Itu Penting? Grinder kopi atau penggiling kopi adalah alat yang fundamental dalam

Indonesia Salah Satu Penghasil Kopi Robusta Terbesar Kalau bicara jenis kopi Robusta, Indonesia bukan lagi

Kopi filter atau biasa yang dikenal sama anak-anak kopi โ€“ manual brew. Salah satu alat